Ketika Ulama Telah “Terjual” kepada Allah

“Ulama sejati tidaklah dapat dibeli, sebab sayang sekali ulama telah lama terjual, pembelinya ialah Allah.” Kalimat Buya Hamka tersebut bukan sekadar ungkapan tentang keteguhan seorang ulama. Di dalamnya terkandung pertanyaan yang lebih mendasar: kepada siapa seorang ulama memberikan kesetiaan tertingginya? Pertanyaan itu tetap relevan, terutama ketika agama, kekuasaan, kepentingan ekonomi, dan popularitas bertemu dalam ruang […]